Criminal,Law,Nasional KETUA UMUM DPP PPMI. MUH. RAMDHAN ULAYO BOM SURABAYA MENUJUKAN LEMAHNYA SISTEM INTELIJEN INDONESIA

KETUA UMUM DPP PPMI. MUH. RAMDHAN ULAYO BOM SURABAYA MENUJUKAN LEMAHNYA SISTEM INTELIJEN INDONESIA



FOKUSPARLEMEN, JAKARTA – Rangkain kegiatan Penyerangan Narapidana Terorisme di markas komando Brimob dan bom gereja di Surabaya menujukan betepa lemahnya kerja Badan Intelejen Indonesia, belum usai kasus penyerangan kini masyarakat Indonesia dikagetkan dengan kasus pengeboman 3 gereja di surabaya yaitu Gereja Santa Maria, Ngangel Madya, GKI Dipenegoro dan GPPT Arjuno, ketua umum yang juga aktivis pemuda dan atlet Taekwondo berdara kelahiran maluku ini melihat bahwa rangkaian kegiatan aksi teror akhir-akhir ini yang berujung menelan korban jiwa menujukan beta lemahnya kualitas individu atau tim anggota intelijen.

Dasar pemahaman teori berpikir sederhana adalah kinerja BIN dikatakan sukses apabila mampu menggalkan seluruh rencana terorisme, artinya jika kejahatan kemanusian yang mengatasnamakan agama yang dilancarkan terorisme dengan cara memberikan teror dan menakutkan masyarakat sering terjadi secara berulang maka jelas badan intelijen negara yang merupakan tim elit pemerintah dengan tugas utama mendeteksi serta mengatisipasi hal-hal menimbulkan kekacauan keamanan nasional belum maksimal dalam menjalankan tugas, dari tahun 2017 hingga 2018 jelas beberapa aksi teroris mengguncang stabilitas keamanan nasional, mulai dari kasus bom sarina hingga bom Surabaya adalah bukti nyata bahwa BIN kecolongan satu langkah lebih cepat dari terorisme. Harusnya BIN Lebih mempertajam kemampuanya sehingga ke depan bisa mengatisipasi seluruh teror yang akn terjadi.

Sejatinya keagagalan BIN dalam mengidentifikasi gerakan terorisme bisa memberikan potensi ancaman terhadap kedaulatan negara, lemahnya kinerja dalam mendeteksi gerakan Terorisme bisa saja disebabkan lemahnya penyajian data dan pengamatan atas situasi yang terjadi tidak secara utuh dalam patologi komunikasi.
Tentunya ini harus menjadi evaluasi secara makro dalam sturuktur tatanan BIN sehingga ke depan dapat lebih maksimal dalm mendeteksi sekaligus mengantisipasi rencan terorisme yang kini benar-benar meresehkan keamanan masyarakat, bangsa dan negara. Kinerja buruk BIN kini semakin lama semakin terbaca oleh public, sehingga secara otomatis tingkat kepecayaan masyarakat terhadap BIN pun semakin menurun. Apalagi insiden bom di surabaya ini berselang beberapa hari usai peringatan hari lahirnya BIN pada tanggal 7 Mei kemaren, menurut hemat saya ini merupakan kado terburuk dari terorisme yang ingin diberikan kepada BIN.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *