Irsalina, Satu satunya Perempuan dalam Daftar Caleg DPD RI asal Aceh

Irsalina, Satu satunya Perempuan dalam Daftar  Caleg DPD RI asal Aceh
Irsalina Husna Azwir satu satunya Daftar Calon Tetap (DTC) Anggota DPd RI asal Aceh yang akan memperebutkan kursi DPD RI di Senayan (Foto/facebook/Ist)

Fokusparlemen.com, Banda Aceh – Jika ditanya apa yang memotivasinya maju sebagai calon senator ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, jawabannya hanya satu, memperjuangkan hak-hak kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Dengan niat itu, Irsalina Husna Azwir bertekad mendaftarkan dirinya sebagai salah satu calon legislatif DPD RI Pemilu April 2019 . Ia pun tak peduli meski usianya masih sangat muda. Menurutnya usia bukan takaran untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Perempuan kelahiran 28 tahun silam ini, Irsalina menjadi satu-satunya caleg DPD RI termuda yang akan mewakili perempuan dari Aceh melenggang ke Senayan. Namun sebagai Sarjana Kedokteran, gadis ini tampaknya paham betul bagaimana kondisi pelayanan kesehatan di Aceh. Ia mencontohkan sistem pelayanan kesehatan yang masih terpusat ke rumah sakit di ibu kota provinsi. Sementara di daerah, pelayanan medis menurutnya belum maksimal.

Selain itu, Puskesmas yang tersebar di Aceh juga belum semuanya memiliki fasilitas, seperti ruang rawat inap, dokter umum, dan dokter spesialis. Padahal dengan dipenuhinya fasilitas ini, Irsalina menilai rumah sakit daerah dan provinsi dapat menangani pasien penderita penyakit kronis atau untuk operasi saja.

“Kalau di Puskesmas punya ruang rawat inap, maka pasien dan keluarganya bisa menghemat biaya sehingga biaya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh Besar, ini dilansir Fokusparlemen.com dari The Atjeh Times, (1/1/19).

Lalu, mengapa ia memilih untuk maju sebagai caleg DPD, tidak sebagai anggota DPR yang banyak dibidik orang? Soal ini, lagi-lagi ia mengaitkannya dengan idealisme. Menurutnya, menjadi anggota DPD bisa tampil independen dan tidak dipengaruhi kepentingan kelompok.

Meski mulai berkecimpung dalam dunia politik di usia yang sangat muda, Irsalina menjadikan semua itu sebagai pembelajaran. “Di sini Husna bukan melihat hasil akhir, tapi bagaimana belajar dari proses yang ada,” ujarnya.

Sebelum memutuskan untuk maju, ia rupanya sempat berpikir bagaimana memberi yang terbaik bagi masyarakat Aceh. Ia juga tak melewatkan salat istikharah untuk memohon petunjuk dari Allah. Setelah itu ia baru memantapkan hati untuk maju, apalagi setelah berdiskusi dengan orang tuanya, tekadnya semakin bulat. “Alhamdulillah, mama dan papa mendukung, dan ini membuat Husna mencalonkan diri.”

Dari pandangan saya, ada banyak problem dan persoalan yang saat ini belum tuntas antara pusat dan Aceh, terutama aturan-aturan yang merupakan kewenangan Aceh yang harus diberikan pemerintah pusat sebagai amanat UUPA dan Mou Helsinky. “Kehadiran saya nantinya di Senayan dapat memberikan warna, dan tentunya akan memperjuangkan hal-hal yang selama ini merupakan hak Aceh,” paparnya.

Berbekal dukungan 3.927 KTP, Irsalina Husna Azwir secara resmi akan bersaing memperebutkan hati pemilih di Aceh 17 April 2019 . Mendapatkan nomor urut 32, Ia akan bersaing dengan 26 calon senator lainnya yang memiliki latar belakang yang berbeda.

Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu serentak pada 17 April 2019. Masyarakat Indonesia nantinya tidak hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden tapi juga anggota legistaltif lainnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *