Senator Fachrul Razi Bersumpah Siap Pertahankan Wali Nanggroe Sampai Darah Penghabisan

Senator Fachrul Razi Bersumpah Siap Pertahankan Wali Nanggroe Sampai Darah Penghabisan

Senator Aceh Fachrul Razi. MIP (Foto/Ist)

FOKUSPARLEMEN.COM, JAKARTA – Senator Aceh, Fachrul Razi bersumpah siap mempertahankan keberadaan Lembaga Wali Nanggroe sampai darah penghabisan. Walau taruhannya ia tak terpilih lagi di pemilihan senator 2019.

“Saya atas nama Fachrul Razi, Wakil Aceh yang dipercaya sebagai Senator di Pusat dengan ini bersumpah akan terus mempertahankan keberadaan Wali Nanggroe sampai darah terakhir dan meskipun terancam tidak terpilih di 2019. Tanpa Tgk Malik Machmud, Aceh akan dilihat sebelah mata oleh pusat, dan bargaining Aceh sama seperti propinsi lain,” tegas Fachrul Razi dalam pernyataan yang dirilis Selasa (13/11/2018).

Senator muda yang sedang menjalankan ibadah umrah di Kota Suci Mekkah ini menyatakan, kehadiran Lembaga Wali Nanggroe berkat adanya perjuangan GAM melalui MoU Helsinki dan perjuangan adanya mayoritas suara Partai Aceh yang disetujui oleh semua partai di DPRA melalui Qanun.

Menurut Fachrul Razi, kalau tidak ada Partai Aceh mungkin sampai sekarang tidak ada Lembaga Wali Nanggroe.

“Seharusnya kita bangga dengan kekhususan Aceh memiliki lembaga Wali Nanggroe, bukan ingin membubarkannya, ini pikiran mundur,” tegas Fachrul Razi. Fachrul Razi menyatakan sangat aneh jika ada upaya membubarkan Lembaga Wali Nanggroe, karena itu perjanjian MoU Helsnki dan tegas masuk dalam UUPA dan diqanunkan.

“Saya perlu tegaskan, tanpa GAM dan Tgk Malik Mahmud, tidak ada perwakilan seperti saya dan lainnya berada di Senayan saat ini. tidak ada yang duduk sebagai bupati dan dewan saat ini, sebab mungkin Aceh masih dalam keadaan konflik, tapi jasa Tgk Malik Mahmud lah sehingga perdamaian di Aceh terwujud dan sampai hari ini tetap utuh meskipun banyak liku-liku tantangan dan rintangan. apakah kita tidak sadar!” tegas Fachrul Razi.

Fachrul Razi, Senator Aceh yang aktif mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud selama kunjungan ke Jakarta menjadi saksi bagaimana Tgk Malik Mahmud adalah tokoh yang sangat disegani oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Para menteri di Jakarta.

“Kalau tidak ada Tgk Malik Mahmud, mungkin Aceh dilihat sebelah mata,” tegas Fachrul Razi.

“Saya sangat aktif dan selalu mendampingi beberapa kali Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud bertemu Wakil Presiden dan Mendagri. Saya bersaksi, tanpa lobi Wali Nanggroe ke Wapres mungkin PON 2024 bukan Aceh yang menang. Tanpa Tgk Malik Mahmud, di saat Pemilu 2017, dimana pasangan PA yang dizhalimi suara pada Pilkada 2017, Tgk Malik Mahmud dan Mualem Muzakir Manaf lah yang meredam dan menenangkan keadaan politik pada saat itu. Saya tanya, adakah orang lain yang mampu melakukan itu? Tunjukkan kepada saya?” tanya Fachrul Razi.

“Saya juga bersaksi, tanpa Tgk Malik Mahmud, mungkin PP turunan UUPA tidak selesai, sebagian sudah di tandatangi, tinggal 4 PP lagi belum selesai, demikian juga permasalah KEK Arun, Sabang, dan Otsus Aceh pasti banyak yang tidak selesai. Begitu besar jasa beliau namun tidak perlu kami ekspos ke publik karena perjuangan beliau memang buat Aceh,” tegas Fachrul Razi.(MI/Red)

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *