Evi Apita Maya, Calon DPD RI Dapil NTB, Sang Pendobrak Petahana

Evi Apita Maya, Calon DPD RI Dapil NTB, Sang Pendobrak Petahana

Penyerahan LPPDK di KPU Prov NTB (foto:ist)

FOKUSPARLEMEN.COM – Nama Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nomor Urut 26, Evi Apita Maya, saat ini sedang melejitnya dan menjadi perhatian publik. Pasalnya, pendatang baru dalam kancah pertarungan DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi NTB ini disebut-sebut sebagai sosok yang mampu mendobrak garis pertahanan sejumlah petahana DPD RI.

Raihan suaranya diprediksikan mampu meraup suara tertinggi kedua (2) dari pesaingnya seperti Ahmad Sukizman Azmi nomor urut 21 yang kini sementara berada di posisi pertama.

“Untuk sementara ini berdasarkan data DA1 yang sudah masuk kedalam data entry kami perolehan suara ibu Evi Apita Maya sudah mencapai 213.000 suara. Itu baru sekitar 60 % suara yang sudah masuk. Dan prediksi kami suara ibu Evi ini bisa terus bertambah dan saling bersaing dengan calon nomor urut 21 yang untuk sementara berada pada posisi pertama. Jadi kalau ada yang mengkalim mereka adalah suara tertinggi maka kami membantah hal itu dan itu merupakan klaim yang tidak benar,” jelas LO dari Evi Apita Maya, Marwan Galle, saat menggelar konferensi pers di KafeMu Karang Pule Kota Mataram, Senin 29 April 2019.

Marwan memprediksikan suara Evi Apita Maya akan terus mengalami peningkatan bahkan diperkirakannya bisa mencapai angka 230.000 suara. Hal ini menurutnya dikarenakan masih banyak data-data suara ibu Evi yang masih belum masuk ke Pusat Data yang dihandlenya.

Data yang masuk yang sudah final menurut Marwan terdapat pada sejumlah daerah seperti dari KSB dan Kabupaten Dompu.

Di KSB, kata Marwan, meski perolehan suaranya tidak signifikan seperti di daerah lain, ibu Evi meraih 10.000 suara dan menempatkan ibu Evi sebagai peraih suara tertinggi diantara Calon DPD lainnya. Di Kabupaten Dompu malah ibu Evi meraih suara sebanyak 21 ribu lebih. Di Lombok Barat, perolehan suara Ibu Evi menurut Marwan hampir mencapai angka 40 ribu. Di Kabupaten Bima, ibu evi meraih sekitar 34 ribu dan di Kota Bima sekitar 6 ribu-an.

“Sementara di Lotim dari 20 Kecamatan, data yang masuk di entry datanya baru 13 Kecamatan. Dan perolehan suara Ibu Evi mencapai angka 40 ribu. Begitu pun di Kota Mataram, rata-rata perolehan suara Ibu Evi unggul dari yang lainnya yakni baru sekitar 17 ribu,” terang Marwan.

Untuk Kabupaten Loteng dijelaskannya karena perhitungannya masih sedang berlangsung dirata-rata Kecamatan di Loteng maka data yang baru masuk sekitar 11 ribu.

“Nah untuk KLU, bisa dibilang KLU merupakan lumbung suara Ibu Evi, di KLU ibu Evi mendapatkan suara sekitar 19 ribu, unggul diatas yang lainnya sementara di posisi kedua di KLU diraih pak Irzani yakni sekitar 11 ribu,” ujar Marwan.

Kabupaten Sumbawa juga menurutnya datanya belum masuk secara penuh dan untuk sementara perolehan suara ibu evi yang masuk dalam pusat data kami yakni sekitar 30 ribu. Masih ada sekitar tujuh (7) kecamatan lagi yang belum selesai melakukan rekapitulasi dari total 24 Kecamatan disana.

Marwan mengungkapkan semua data yang masuk kedalam pusat entry data Evi Epita Maya lahir dari suatu sistem yang bisa dipertanggungjawabkan pihaknya. Karena menurutnya, Tim Evi Apita Maya, menyebar saksi pada semua tingkatan rekapitulasi sehingga data-data yang masuk itu menurutnya bisa ia pertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagai mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan juga berpengalaman dalam sejumlah pembentukan Partai Politik seperti di PAN dan Hanura NTB, nama Evi Epita Maya, sesungguhnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat NTB.

Hanya saja sebagai pendatang baru di kancah pergulatan DPD RI, namanya tidak sama sekali direken oleh lawan-lawan lainnya. Namun menurut Evi, dengan merangkul kalangan milineal sejumlah mantan aktivis pergerakan HMI dan sejumlah pemuda milineal potensial lainnya. Evi dianggap mampu mendobrak pertahanan sejumlah petahana.

“Saya bersyukur punya timwork yang cukup solid dan bekerjakeras untuk kesuksesan di DPD RI. Bersama timwork kami bekerja keras untuk merengkuh setiap titik mulai dari Ampenan hingga ke hujung Timur NTB yakni di Kecamatan Sape. Dan Alhamdulillah, kami selalu mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ini juga merupakan cara Alloh membantu saya dalam mewujudkan apa yang menjadi perjuangan bersama ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan rekapitulasi ini, pihaknya bersama dengan tim yang ada akan selalu melakukan pengawalan pada setiap proses yang ada. “Apalagi masih banyak data suara kita yang masih belum masuk. Tapi kalau melihat hasil saat sekarang dan sebaran suara diprediksikan perolehan suara ini akan terus meningkat dan akan tetap stabil di urutan kedua raihan suara tertinggi,” pungkasnya. (*)

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *