Fri. Jul 19th, 2019

Sekjend PDIP Vs Senator Aceh Pernyataan Sekjend PDIP, Adu Domba Rakyat Aceh

2 min read

Sekjen DPP PDIP Hasto Krisyanto (Foto:net)

FOKUSPARLEMEN.COM – Kembali Senator Aceh H. Fachrul Razi, MIP mengecam pernyataan tokoh nasional, sebelumnya Pimpinan Komite I DPD RI H. Fachrul Razi, MIP pernah mengecam pernyataan Menteri Pertahanan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan pada bulan April mengecam oernyataan Mahfud MD serta berbicara lantang dan keras di depan Kapolri dan Panglima TNI. Kali ini Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berbicara soal masifnya praktik money politics di Aceh. Hasto menyebut satu keluarga di daerah perkebunan karet di Aceh menerima Rp 1 juta dari lawan politik Jokowi-Ma’ruf Amin di Pemilu 2019.

Fachrul Razi menilai Pernyataan Hasto itu Pernyataan Adu Domba rakyat Aceh. Pernyataan tersebut dinilainya sebagai sikap yang tidak siap berdemokrasi dan bukan seorang negarawan. “Jangan lakukan fitnah ke Aceh karena harga diri rakyat Aceh tidak bisa dibeli dengan uang dan kami punya martabat yang tinggi dan mulia,” kecam Fachrul Razi yang menilai bahwa pernyataan tersebut memiliki arti bahwa orang Aceh itu matrialistis. Dirinya meminta untuk tidak menghina rakyat Aceh dengan pernyataan yang mengarahkan kepada fitnah.

Menurut Senator muda Aceh ini, Hasto sudah melakukan fitnah dan pembunuhan kharakter rakyat Aceh. “tuduhan orang Aceh melakukan money politic sebesar 1 juta itu dasarnya apa?” katanya.

Senator Fachrul Razi MIP (foto:pribadi)

Fachrul Razi meminta bagi tim yang memiliki kandidat yang kalah untuk menggunakan jalur hukum. “Jika dia sebagai petinggi Partai, silahkan lapor ke aparat hukum atau gugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan tunjukkan bukti adanya money politics 1 juta setiap orang Aceh,” jelasnya.

“Saya menpertanyakan kenapa tokoh-tokoh di pusat suka memandang Aceh dengan pendekatan snouckisme. Ini persis seperti Belanda melabel Aceh,” tegasnya.

Menurut Hasto, karena Jokowi-Ma’ruf Amin banyak mendapat fitnah. Senator Fachrul Razi juga mengatakan hal itu juga terjadi di seluruh Indonesia. Mengapa tidak seluruh Indonesia mengalami kalah telak, kenapa disaat kalah di Aceh, dikatakan orang Aceh masif money politik 1 juta per orang.

“Coba Anda evaluasi kinerja tim di Aceh, jangan klaim timses 1 juta di Aceh tapi yang memilih 400 ribu. Coba silahkan di evaluasi di internal berapa banyak uang yang digelontorkan ke Aceh untuk menangkan kandidat Aceh,” tanyanya.

Sebelumnya, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan hasil pleno rekapitulasi suara hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), diterima fokusparlemen.com, Senin dinihari (13/5/2019).

Dalam penetapan perolehan suara Pilpres 2019, KIP Aceh menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin meraih 404.188 suara, sedangkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno meraih 2.400.746 suara.

Jumlah tersebut ditetapkan berdasarkan total jumlah suara hasil pemilihan di 23 kabupaten/kota Aceh yang keseluruhannya berjumlah 2.888.260 suara, yang terdiri dari 2.804.934 suara sah dan 83.326 suara tidak sah.

(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *