OpiniOrganisasiPendidikanPrestasiPribadiPROFIL

Indonesia sang pemilik IMF dan World Bank (Part 1)

Mohamad Imam Prakoso Amd, S.Sos, S.E , Kandidat Magister Kajian Strategi Intelijen Universitas Indonesia, Kandidat Magister Ilmu Hukum Iblam

Fokusparlemen.com, Opini [9-06-2018] Sabtu – Anda salah satu orang yang kaget dengan judul diatas? Dengan judul tersebut saya yakin ekspresi banyak orang yang membaca tidak akan percaya, bahkan mungkin pikiran kita langsung teringat kepada teman-teman mahasiswa yang demo turun ke jalan mencaci IMF dan World Bank. masih terngiang di kepala penulis kata-kata seperti ini : stop hutang ke IMF dan World Bank. Mereka antek Asing!.

Terlepas dari benar atau tidaknya cacian tersebut dari sisi politik internasional, kemungkinan orang yang melakukannya bukan orang-orang yang benar paham soal tersebut. Bahkan agenda pertemuan tahunan IMF WB yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada oktober 2018 mendatang dengan sekitar 15.000 delegasi dari 189 negara, menyisakan pertanyaan kepada kita untuk mengetahui apa dan antek siapakah IMF dan World Bank ?
Kembali kepada judul diatas, banyak orang tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Indonesia saat ini adalah pemilik sebagian dari 2 lembaga keuangan internasional tersebut alias shareholder, bahkan di bulan Juli tahun 2012, dilansir dari sindonews.com, menteri keuangan kita yang saat itu sedang menjabat Direktur Pelaksana World Bank Ibu Sri Mulyani Indrawati mengatakan “Indonesia itu adalah pemilik IMF dan World Bank. Jadi kita itu kalau disebut sebagai member country kayanya sudah tidak tepat,” Kamis (12/7/2012)

World Bank (Bank Dunia) dan IMF / International Monetary Fund (Dana Moneter Internasional) adalah dua lembaga khusus yang sangat penting di bawah PBB.
secara umum IMF peduli dengan kebijakan makroekonomi negara-negara anggota, masalah neraca pembayaran, kebijakan perdagangan internasional dan nilai tukar mata uang, sedangkan World Bank lebih sering terlibat dalam program yang secara spesifik menyentuh suatu negara tertentu.
IMF juga turut mengawasi kebijakan ekonomi makro suatu negara untuk melihat dampaknya terhadap nilai tukar mata uang dan juga masalah neraca pembayaran negara-negara anggota,terdapat 185 negara yang menjadi anggota IMF, yang berarti meliputi hampir semua negara di dunia.
IMF sekaligus memberikan pinjaman pada tingkat bunga rendah sehingga bertindak sebagai pemberi pinjaman internasional terbesar. Secara tradisional, Presiden IMF berasal dari Eropa

World Bank dikenal memiliki kepedulian terhadap kebijakan ekonomi dalam suatu negara, mencari cara untuk memperbaiki kondisi ekonomi, dan mengatur pengeluaran pemerintah untuk memperbaiki situasi ekonomi, juga terlibat dalam proyek-proyek pembangunan di berbagai negara dengan menyediakan bantuan keuangan dengan syarat mudah, hampir semua negara di dunia adalah anggota World Bank. Secara tradisional, Presiden Bank Dunia berasal dari AS.

Jadi World Bank dan IMF, diibaratkan seperti ini. Jika suatu entitas ingin membangun jalan jembatan, memberi makan orang miskin, membuat rumah sakit di desa, membuka jalan di daerah terpencil, itu ranahnya World Bank, karena itu visi utama world bank.(Our Dream is a world free of Poverty), tapi jika entitas tersebut pinjam uang untuk bank yang kesulitan likuidasi, krisis perbankan, IMF lah yang memenuhinya. Jadi World Bank untuk sektor riil, IMF untuk sektor keuangan. Tujuan pembentukannya sama, tapi bagiannya beda.

Sejarah IMF dan WB
Pada tahun 1944, saat Perang Dunia II berkecamuk, delegasi dari 44 negara sekutu berkumpul di Bretton Woods, Washington, Amerika Serikat untuk membahas kesepakatan Bretton Woods yang melahirkan World Bank dan IMF.
Perjanjian ini meletakkan aturan untuk hubungan komersial dan keuangan antara negara-negara anggota dunia.
tanggal 27 Desember 1945 di Washington DC IMF dan World Bank lantas didirikan dan kemudian beranggotakan dan diratifikasi oleh sebagian besar negara di dunia.
Semua negara anggota sepakat dibentuknya lembaga yang bertugas menyediakan dana rekonstruksi untuk pembangunan kembali ekonomi utama yang hancur oleh perang dan mengikat mata uang mereka dengan dolar AS, mendelegasikan peran kepada IMF untuk mengawasi masalah ketidakseimbangan pembayaran di negara anggota.
Dari tujuan awal tersebut, peran IMF lantas berkembang dan melingkupi jangkauan internasional, salah satu peran kuncinya dalam perekonomian global adalah sebagai pemberi pinjaman kepada negara-negara yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan memberikan pinjaman dengan dana yang diinvestasikan oleh negara-negara anggotanya.
Pada tahun 1971, AS secara sepihak menghentikan konvertibilitas dolar dengan emas, sehingga membawa akhir pada kesepakatan Bretton Woods.
Sejak saat itu, USD menjadi satu-satunya mata uang acuan dunia dan digunakan sebagai sumber mata uang cadangan untuk semua negara di dunia tanpa mengacu pada cadangan emas.

Indonesia dan World Bank
Satu fakta penting yang tidak bisa dikesampingkan bahwa kantor cabang (Country Office) World Bank di Jakarta, Indonesia adalah kantor perwakilan pertama dan terbesar selain kantor pusatnya di Washington DC, Amerika Serikat.
Dilansir dari liputan6.com, ketika Presiden World Bank, Jim Yong Kim datang ke Indonesia Juli 2017 dan diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama dan kemitraan yang selama ini terjalin antara World Bank dan Indonesia Saya juga mengerti bahwa kantor Bank Dunia di Jakarta adalah kantor Bank Dunia terbesar di dunia di luar Washington DC. Jadi, saya senang anda juga dapat mengunjungi dan mengagumi operasi anda yang sangat besar dan sangat sibuk di Indonesia ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Jim Yong Kim MD, PhD, juga dikenal dengan nama Kim Yong, adalah dokter dan antropolog Korea-Amerika yang diangkat menjadi Presiden Bank Dunia ke-12 pada Juli 2012. Selaku Presiden Bank Dunia dalam kunjungannya ke Indonesia tersebut sempat melontarkan beberapa kalimat strategis yang menarik untuk dicermati. beberapa poin penyataan dan kunjungan Jim Yong Kim yang menjadi perhatian adalah
Indonesia sebagai salah satu pemegang saham World Bank paling penting.
Kantor di Jakarta yang dibuka pada tahun 1968, adalah kantor World Bank pertama di luar Washington DC.
Dalam kunjungannya ke Indonesia selain bertemu dengan Presiden Joko Widodo juga menemui secara khusus Sri Sultan Hamengkubuwono X.

World Bank di miliki oleh 187 negara PBB ditambah dengan Kosovo. Dengan persentase terbesar dimiliki oleh USA 15,85%, diikuti Jepang 6,84%, Jerman dan China 4%, UK dan Prancis 3,75%, federasi Rusia dan Saudi Arabia 3% lalu sisanya dimiliki oleh Negara-negara lain di dunia. Persentasi kepemilikan Indonesia di Asia Tenggara adalah yang terbesar. Indonesia memiliki lebih dari 2 kali lipat kepemilikan Malaysia, 6 kali lipat dari kepemilikan Singapura, 12 kali lipat dari kepemilikan Brunei dan Myanmar. Persentasinya kurang lebih 1% (data 2012)
Grup ini terdiri dari 5 badan, International Bank For Reconstruction and Development (IBRD), International Development Association (IDA), International Finance Corporation (IFC), Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), International Center for the Settlement of Investment Disputes (ICSID). Indonesia adalah anggota dari ke 5 bagian dari World Bank ini.

World Bank merupakan salah satu penyandang dana terbesar untuk pendidikan. Sejak tahun 1963, lembaga ini telah mengeluarkan 36,5 trilyun dolar AS untuk pinjaman dan hibah pendidikan, memberikan sejumlah besar uang untuk memerangi HIV/AIDS dan mendirikan Multi-country HIV/AIDS Program (MAP), membantu upaya memerangi korupsi di seluruh dunia, mensponsori proyek keanekaragaman hayati, serta membantu proyek penyediaan air bersih, listrik, dan transportasi.
World Bank juga mendukung penghapusan utang untuk negara-negara paling miskin dan mendukung keterlibatan organisasi masyarakat sipil.Negara yang sedang dalam konflik atau perang juga tidak luput dari perhatian Bank Dunia.
Negara anggota mendapatkan manfaat dari bunga pinjaman rendah, sedangkan negara-negara miskin sering menerima hibah.

Beberapa proyek World Bank di Indonesia adalah Proyek Perbaikan Kampung di Jakarta, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias, Pembangunan Jalan Lintas Sumatera, PNPM, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), reformasi perpajakan, penyediaan kredit bagi UKM, dll.

Prancis tercatat sebagai Negara pertama yang meminjam dari IBRD sebesar 250 juta USD pada tahun 1947. Indonesia baru bergabung dengan World Bank pada 1953. Dan keluar pada 1960 lalu masuk lagi pada 1966.
Dilansir dari finance.detik.com, World Bank saat ini adalah pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia, data Mei 2017 menunjukkan jumlahnya hingga mencapai Rp 234,68 triliun, mencapai 32,4% dari total utang luar negeri pemerintah.

Comment here