PPMI MENGECAM DAN MENGUTUK KERAS BOM BUNUH DIRI 3 GEREJA DI SURABAYA

PPMI MENGECAM DAN MENGUTUK KERAS BOM BUNUH DIRI 3 GEREJA DI SURABAYA

FOKUSPARLEMEN, Jakarta – Keamanan Bangsa dan Negara sedang diguncangkan menjelang tahun politik dan datangnya bulan suciRamadhan 1439 H, pada hari selasa tanggal8 Mei terjadi hal diluar dugaan ketika para Narapidana Terorisme melakukan aksi penyerangan di dalam mako brimob kelapa dua yang menewaskan 5 Anggota polisi dan 1 orang disandra hingga berakir dengan negosiasi untuk pelepasan sandara, baru saja usai babak penyerangan di mako brimob kelapa dua depok, Indonesia kembali dikagetkan dengan kasus pengeboman 3 gereja di Surabaya.
Melihat situasi dan perkembangan saat ini , khususnya rentetan peristiwa pengeboman gereja di Surabaya, maka Dewan Pengurus Pusat Purna Prakarya Muda Indonesia ( DPP PPMI) memberikan pernyaataan sikap ;

1. Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan dan aksi Terorisme, apapun latar belakang dan motivnya. Semua tindakan yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang mengatasnamakan Agama untuk menebar terror, serta kebencian adalah hal yang bertentangan dengan ajaran Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin. Sangat jelas islam mengutuk segala bentuk kekerasan, bahkan semua agama di dunia ini tidak mengajarkan hal-hal seperti ini apalagi membenarkan cara-cara kekerasan sebagai aksi untuk menghujat dan menyerang agama lain.
2. Menghimbau kepada seluruh pemuda Anggota PPMI Se-Indonesia untuk senantiasa menjaga kerukunan antar sesama umat beragama, selalu berdoa kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa untuk Keselamatan, Keamanan, Kemaslahatan, Ketentaraman dan ketertiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana semboyan bhineka tunggal ika.
3. Mengucapkan bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musiba yang dialami, apapun yang terjadi adalah kehendak Allah. SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita semua senantiasa memaknai dan memahami kejadian ini dengan sikap penuh kedewasaan, lapang dada serta rasa sabar yang penuh keihlasan.
4. Mengajak Pemuda Indonesia tetap bersatu dalam pemahaman toleransi dalam konteks kehidupan bernegara yang baik dan benar sehingga sebagai kaum muda penerus cita-cita bangsa tidak muda terdoktri oleh paham radikalisme dan terorisme yang sehingga bersedia menghilangkan nyawa demi hal-hal yang tidak benar dan dilarang keras olah Agama yang telibat pada aksi-aksi Intolerasi.
5. Menghimbau kepada Pemuda Indonesai untuk tidak menyebarkan foto-foto korban bom sebagai langka penyegahan penyebaran aksi terror dan kecemasan kepada masyarakat akibat aksi terorisme.
6. Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) memintah Pemerintah dan Pihak Polri untuk bertindak lebih cepat dan tegas dalam penanganan isu terorisme dan radikalisme, sehingga amanah UUD 45 dimana negara menjamin keamanan hidup warganya dapat terimplementasi pada koridor yang memberikan rasa aman kepada warga negaranya.
7. Purna Prakarya Muda Indenesia (PPMI) memintah kepada pihak Badan Inteljen Negara (BIN) untuk lebih cepat lagi bisa mendektsi hal-hal terkait aksi-aksi teroris dan radikalisme sehingga dapat mencegah aksi sebelum terjadi aksi.

Jakarta, 13 Mey 2018
Dewan Pengurus Pusat Purna Prakarya Muda Indonesia (DPP PPMI)

Muhammad Ramdhan Ulayo.
(Ketua Umum)

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *