NUSANTARA,PROFIL,SENATOR RI Indonesia Bubar 2030? Ini 9 Indikator “Kehancuran Indonesia” Menurut Senator Fachrul Razi Anggota DPD RI Asal Aceh

Indonesia Bubar 2030? Ini 9 Indikator “Kehancuran Indonesia” Menurut Senator Fachrul Razi Anggota DPD RI Asal Aceh



FokusParlemen, Jakarta [24-03-2018] Sabtu – Potensi Indonesia bubar tahun 2030 sebagai pernyataan Prabowo harus menjadi keseriusan elit politik di pemerintahan dan parlemen hari ini karena tidak ada yang tidak mungkin dalam konstelasi politik Internasional hari ini. Ujar Senator Fachrul Razi, Anggota DPD RI Asal Aceh.

Fachrul Razi, via whatsapp mengatakan negara kita harus di selamatkan atau akan menjadi wujud nyata kehancuran negara. apalagi kedaulatan kita semakin melemah dimata internasional disisi lain nilai rupiah semakin melemah. Elit harus bersatu menyelesaikan masalah ini secara serius. Optimis penting, tapi bukan optimis yang dibungkus oleh kepentingan asing yang pada akhirnya memghamcurkan bangsa kita sendiri. Apalagi perkembangan teknologi mengakibatkan era digital menjadi alat baru untuk menghancurkan sebuah bangsa.

Terakhir ditambahkan Fachrul Razi, ada 9 indikator kehancuran Indonesia menurut Senator DPD RI Asal Aceh. Dalam hal tersebut diantaranya;

1. Melemahnya konsolidasi elit dan disisi lain juga menunjukkan konsolidasi demokrasi semakin melemah dan ini ancaman demokrasi Indonesia. Masyakarat Indonesia semakin pecah bahkan DPD RI sebagai representatif daerah semakin melemah wewenangnya. perlu dicatat bahwa melemahnya DPD RI maka akan mengakibatkan melemahnya NKRI. Muncul banyak kelompok dan kepercayaan sosial baik horizontal maupun vertikal semakin melemah.

2. Tekanan Internasional untuk Indonesia semakin kuat baik secara ekonomi maupun hukum. Lihat saja kasus penguasaan freeport di Papua dan sumber daya alam lainnya. Bahkan masalah Aceh juga belum selesai. Serta disisi lain perubahan sistem hukum Indonesia yg dipengaruhi kepentingan asing semakin masif dan sistematis. Bahkan RPJP Indonesia bernuansa kepentingan asing.

3. Kekuatan koorporasi politik yang mempengaruhi kebijakan politik indonesia semakin kuat. negara kita diatur oleh uang para pemilik modal.

4. hutang luar negeri Indonesia yang mencapai lebih dari 4000 Triliun. ini menunjukkan Indonesia darurat hutang.

5. Narkoba dan komunisme baru menjadi musuh dan ancaman indonesia dan ini sudah merusak generasi muda. Secara ekonomi, lemahnya kekuatan ekonomi generasi muda sekarang di daerah. Pengangguran tinggi dan nilai kompetisi yang tinggi.

6. Sipil society dan elemen mahasiswa semakin di lemahkan oleh rezim saat ini. perpecahan dimana mana. semua dilakukan dengan design yang sistematis. Saya meminta mahasiswa dan pemuda bangkit dan bergerak. Bahkan rahasia negara bisa di bobol oleh kecanggihan teknologi yang dikuasai oleh asing.

7. Kelompok Islam dan tokoh beragama semakin terancam baik secara keamanan maupun kebebasan dalam menegakkan nilai nilai agama secara kaffah sebagaimana dilindungi oleh Pancasila.

8. Kelembagaan politik juga semakin melemah dan menunjukkan neo patriarki partai yang menguasai perpolitikan Indonesia. diperparah dengan neo dinasti politik era modern dan penguasaan media oleh beberapa kelompok.

9. Terakhir adalah korupsi di Indonesia semakin kuat dan penegakan hukum semakin lemah. sementara permasalahan di daerah banyak yang tidak selesai. lemah nya komitmen pusat dalam menjaga perdamaian dan perhatian terhadap daerah khususnya di daerah pasca konflik. sehingga munculnya kekecewaan baru oleh masyarakat di daerah terhadap pemerintah pusat.

Sembilan indikator ini menurut Fachrul Razi adalah tantangan Indonesia menuju 2045. Tahun 2030 menurutnya adalah puncak kehancuran yang akan terus berlanjut sampai 2045. “Percayalah, sebenarnya Indonesia tidak akan hancur sampai kapanpun kecuali dihancurkan oleh elit-elit politik itu sendiri,” tutup nya. [MI]

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *