Wed. Jul 17th, 2019

Kunjungan Pustaka Dengan Bicara Buku Poros Maritim Bersama Wakil Rakyat

2 min read

(Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS/ Istimewa)

FOKUSPARLEMEN, Jakarta – Bedah buku Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MSi bersama Dr Nimmi Zulbainarni, S,Pi., M.Si dengan Mengangkat tema Menuju Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Pemodelan Bioekonomi Dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap.

Buku pertama Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri ” Menuju Indonesia sebagai poros maritim Indonesia ” serta Dr. Nimmi Zulbainarni dengan judul, ” Pemodelan Bioekonomi Dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap “.

Pembicara serta pembedah buku diantaranya, Pimpinan Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, Sekretaris Jenderal KKP Prof. Dr. Ir Rokhmin Dahuri. MS, Dr. Nimmi Zurbainarni, S.Pi,. M.Si, Esthersatyono, Riswanto (Nelayan), IR. Adysurya, Bertempat diruang Presentasi Perpustakaan MPR RI Nusantara IV, Komplek MPR/DPR Senayan, Jakarta. Selasa. (14/08).

Ono Surono, Komisi IV DPR RI Mengatakan, ” Bangsa pelaut cakrawala samudra, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, Indonesia adalah sebagai negara maritim besar, namun selama 5 tahun pemerintahan Jokowi banyak perbedaan tafsir rakyat dan pemerintah saat ini “, katanya.

Jumlah penduduk Indonesia sekarang berjumlah 263 juta (terbesar keempat didunia).

Terkait hal tersebut pengelolaan tentunya kelaut perikanan harus dikembalikan berlandaskan gotong royong masyarakat “, Ujarnya.

Rokhmin Mengatakan, “Kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayah pesisir dan lautan, dan kegiatan ekonomi di darat (lahan atas) yang mengggunakan SDA. Lapangan kerja 45 juta orang atau total 40% Pekerja di indonesia dapat bekerja di sektor kelautan dan perairan “.

Tujuan pembangunan kelautan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya nelayan, pembudidayaan ikan, dan masyarakat kelautan lainnya. tutupnya.

Hakekat Overfishing, Penangkapan ikan yang melebih kapasitas stok atau sumberdaya sehingga kemampuan stok untuk memproduksi pada tingkat Maximum Substaninable Yield (MSY) menurun.

karena memang kita ingin melindungi sumberdaya alam ini, maka perlu membatasi tidak mengkapling kapling laut namun berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Perlu, dalam mengelola sumberdaya itu juga tidak akan terjadi overinvestasi.

(mi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *