Budaya Pengkhianatan Politik Jelang Coblos, Mengingatkan Kisah 3 Negara “Samkok” Cina

Budaya Pengkhianatan Politik Jelang Coblos, Mengingatkan Kisah 3 Negara “Samkok” Cina

FOKUSPARLEMEN.COM – Pemilu hanya menghitung hari. Hari ini tanggal 14 Maret 2019 dalam kalender Islam 7 Rajab 1440 H atau 35 hari menjelang Pemilu serentak 17 April 2019.

Layaknya peristiwa cacatan sejarah dunia hari ini dimana pada 14 maret tahun 313 masehi – Kaisar Jin Huidi dieksekusi oleh Liu Cong, penguasa negara Xiongnu (Han Zhao).

Zaman Tiga Negara atau juga dikenal dengan nama Samkok (Hanzi sederhana: 三国時代; Hanzi tradisional: 三國時代, hanyu pinyin: sanguo shidai, bahasa Inggris: Three Kingdoms Era) (220 – 280) adalah sebuah zaman di penghujung Dinasti Han di mana Cina terpecah menjadi tiga negara yang saling bermusuhan. Di Indonesia di kenal dengan 3 Dinasti Pemerintahan saat ini menjelang pemilu Dinasti Jukuwi, Dinasti Probuwey serta Dinasti Sbwey dalam bekas kerajaan Dinasti Besar (Sikurno serta Sihorto)

Berawal dari kisah 3 kerajaan. Pada Masa Tiga Kerajaan (Samkok), Sima Yu [司马懿] yang menjabat sebagai Panglima Jenderal Kerajaan Negara Wei (Prubuwei) melakukan peperangan terhadap Kerajaan Negara Wu (Jukuwi) dan Kerajaan Negara Shu (SBwey). Sima Yu (Sikurno dan Sihorto) memiliki jiwa kepemimpinan dan bakat perpolitikan serta keahlian militer yang tinggi sehingga berhasil menjadi orang yang paling berpengaruh serta memiliki kekuasaan yang tertinggi dalam Kerajaan Wei, Indonesia Modern (versi Khayalan).

Kaisar Jin Wu (jukuwi) Di kemudian mengangkat beberapa pejabat semarga yang berjasa terhadapnya menjadi Raja dan melakukan reformasi terhadap Sistem kepegawaian, Sistem Militer serta memperbaiki Sistem Pemerintahan. Tetapi Pejabat pemerintahan saat itu yang sebagian besar hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri, sehingga kebijakan-kebijakan baru tersebut tidak dapat berjalan sesuai dengan harapannya. Oleh karena itu, Perekonomian pada Dinasti tidak mengalami perkembangan yang berarti.

Dan semenjak saat itu, situasi 3 kerajaan (Samkok) yang saling berperang kini hanya tersisa kerajaan Jin Barat dan Wu Timur yang saling berhadapan di utara dan selatan Tiongkok (sementara kerajaan Shu sudah runtuh terlebih dahulu. Jika di umpamakan Indonesia (Jukuwi Timur) serta Prubowi Barat). Secara geografis Jin menguasai wilayah utara sungai Yangtse dan sebagian wilayah barat Tiongkok, sedangkan Wu menguasai wilayah selatan sungai Yangtse dan sebagian wilayah timur Tiongkok).

” Pertemanan Politik adalah pertemanan paling kritis, Mempermainkan Perasaan adalah lelucon di meja bundar. Jangan tersinggung, jika tidak, akan terjadi pertempuran sengit ”
(*)

Ichsan Arsyi
Sejarawan Muda Lintas Generasi

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *